Gusti Sulung Lelanang Marah kepada Van Hasselt

Sanggau, Dasawarsa Courant, Gusti Sulung Lelanang, pengasuh rubrik “Roeangan Sejarah” pada Majalah Kesedaran, pada edisi bulan Juni 1940, pernah mengungkapkan kemarahannya pada Mr. A. L. van Hasselt yang telah merusak riwayat Kerajaan Landak dalam laporan yang disampaikannya pada Gubernur di Batavia.
Majalah Kesedaran adalah majalah resmi dari Persatuan Anak Borneo (PAB). Majalah ini pertama terbit tahun 1939, dengan H. Rais Abdoerrachman selaku pemimpin redaksinya.
Berikut ini kutipan tulisan Gusti Sulung Lelanang dalam Majalah Kesedaran, bulan Juni 1940;
“DJangan roesak kita poenja riwajat”
“Dengan sengadja saja menjampaikan kemarahan saja di “Roeangan Sedjarah” ini padanja Mr. A. L. van Hasselt jang telah meroesak riwajat kita poenja keradjaan Landak. Dia boeat laporan oentoek keradjaan Landak jang disampaikannja pada Goebernoer di Batavia tempo laloe berisi sangat sesat. Dia itoe seorang kotjhelaresse jang telah memboeat laporan penipoean bahwasanja keradjaan Landak berasal dari DJawa. Ini adalah soeatoe penipoean sedjarah jang dapat menjesatkan anak tjoetjoe kita nantinja.
Dia Mr. van Hasselt telah menjesatkan sedjarah dengan menjeboet Sang Nata Poelang Pali I itoe berasal dari DJawa. Sebenarnja radja Landak Sang Nata Poelang Pali I itoe berasal dari soengai Kampar. Ianja ialah anak Patih Soeatang. Namanja ialah Mahisa Anabrang. Ianja sebagai penakloek negeri Melajoe di Soematera.
Dengan ini agar rakjat Noesa Borneo tahoe bahwasanja keradjaan Landak dibangoen oleh radja Sang Nata Poelang Pali I itoe pada perajaan panen ladang tahoen 1274. Sebeloem ianja pergi menakloekkan Melajoe di Soematera.
Penipoean lainnja lagi dari dianja Mr. van Hasselt itoe menjeboet bahwasanja radja Ismahajana itoe ialah anaknja ratoe Sang Nata Poelang Pali VII. Ini telah meroesak kita poenja riwajat. Jang sebenarnja radja Ismahajana itoe ialah anaknja Ria Sinir. Iboenja ialah Dajang Salimpat. Jang oleh ratoe Sang Nata Poelang Pali VII itoe memanggilnja Dara Hitam disebabkan koelitnja hitam.
Adapoen dianja ratoe Sang Nata Poelang Pali VII itoe namanja ialah Arja Likar. Ianja radja di keradjaan Lawai. Di Tandjoeng Poera ianja dipanggil Rangga Sentap. Ianja ialah adik Patee Goemantar. Jang tak lain ialah bapaknja Dara Hitam. Sehingganja ratoe Sang Nata Poelang Pali VII itoe ialah paman dari Dara Hitam. Maka dari itoe radja Ismahajana itoe tak lain ialah tjoetjoe dari pada ratoe Sang Nata Poelang Pali VII.
Jang memberi namanja Ismahajana itoe Dara Hitam. Nama lainnja jang diberikan oleh Ria Sinir ialah Abdoel Kahar. Jang dianja poenja saudara kembar dengan diberi nama oleh Ria Sinir iaitoe Abdoel Kasim disebabkan ianja soeka menangis pada saat didjemoer.
Demikian agar kita tidak disesatkan oleh laporan Mr. van Hasselt tempo laloe jang bertoedjoean meroesak ketjintaan pada riwajat kita di Noesa Borneo.” (Tomi)

2 Responses
[…] Gusti Sulung Lelanang Marah kepada Van Hasselt […]
[…] Gusti Sulung Lelanang Marah kepada Van Hasselt […]