Gusti Sulung Lelanang Menyindir para Penguasa agar Tidak Bersikap Licik dalam Majalah Kesedaran 4 Juli 1940 berjudul “Bertjermin dari roeboehnja koeasa Ratoe Betoeng jang litjik”

Terbitan Majalah Kesedaran edisi 4 Juli 1940

Terbitan Majalah Kesedaran edisi 4 Juli 1940

PONTIANAK, Dasawarsa Courant Gusti Sulung Lelanang, pengasuh roeang sedjarah di majalah Kesedaran, menyindir para penguasa agar tidak bersikap licik dalam terbitan majalah Kesedaran edisi 4 Juli 1940. Gusti Sulung Lelanang mengangkat tulisan tentang Ratu Betung Kerajaan Tanjung Pura dengan artikel berjudul “Bertjermin dari roeboehnja koeasa Ratoe Betoeng jang litjik”.

Pada roeang sedjarah itu Gusti Sulung Lelanang menyindir para penguasa agar tidak bersikap zalim dan licik, karena perbuatan itu membuat musnahnya kekuasaan yang telah dititipkan Tuhan. Bahkan dapat juga menghilangkan keturunan di muka bumi, seperti yang terjadi pada Ratu Betung, seorang Ratu di Kerajaan Tanjung Pura yang telah berbuat licik untuk mendapatkan segala keinginannya.

Dalam artikelnya yang panjang itu, Gusti Sulung Lelanang menuliskan bahwa Ratu Betung telah memerintahkan suaminya, Siak Bahulun, untuk menyerang Kerajaan Panggau Banyau di pedalaman sungai Sekayam akibat cemburu dan berambisi ingin memiliki emas yang berbentuk buah mentimun milik Kranamuning.

Untuk mencapai ambisinya itu, Ratu Betung memerintahkan Siak Bahulun untuk menebarkan racun dan kotoran manusia di Kerajaan Panggau Banyau itu sehingga kerajaan itu dapat dikuasainya.

Akibat perbuatan liciknya tersebut, Ratu Betung mendapat kutukan dari kerajaan Panggau Banyau. Dan kurang lebih sepuluh tahun sejak dihancurkannya kerajaan Panggau Banyau oleh kerajaan Tanjung Pura, yaitu pada tahun 1330 Kerajaan Tanjung Pura diserang Kerajaan Wilwatikta yang berakibat terbunuhnya Ratu Betung dan Siak Bahulun lari bersembunyi diKerajaan Ulu Aik. Sehingga raja-raja Tanjung Pura tergantikan oleh keturunan Prabu Jaya dengan Ratu Lawai atau Puteri Junjung Buih.

Dalam artikelnya itu juga, Gusti Sulung Lelanang membeberkan kronologis penyerangan terhadap kerajaan Panggau Banyau, riwayat Ratu Betung dan Siak Bahulun, serta keberadaan kerajaan Hulu Aik. (Red)

Baca juga :

Buku Haji Rais Abdoerracman dilaunching di Hotel Mercure Pontianak

You may also like...

2 Responses

  1. Jasmin says:

    Terimakasih banyak telah menyajikan informasi penting sejarah tokoh atau putra terbaik Kalbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *