Dasawarsa Courant Pre-Launching Buku Goesti Soeloeng Lelanang

Tomi, S.Pd.,M.E., penulis buku Goesti Soeloeng Lelanang menyampaikan materinya di acara Pre-Launching, pada Sabtu, 1 Maret 2025

Tomi, S.Pd.,M.E., penulis buku Goesti Soeloeng Lelanang menyampaikan materinya di acara Pre-Launching, pada Sabtu, 1 Maret 2025

Kubu Raya, Dasawarsa Courant – Dalam rangka peluncuran buku Goesti Soeloeng Lelanang yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April 2025, Media Dasawarsa Courant berkerjasama dengan CV. Tom’S Book Publishing menggelar Pre-Launching di kantor Redaksi Dasawarsa Courant di Komplek Mega Griya, Jalan Raya Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu, 1 Maret 2025, pukul 16.00 – 18.00, diikuti oleh pegiat Kolektor Media Lawas (Komal) dari berbagai daerah.

Goesti Soeloeng Lelanang merupakan pejuang Kalimantan Barat berasal dari daerah Ngabang. Gusti Sulung Lelanang merupakan salah seorang yang diasingkan ke Boven Digoel karena keberaniannya melawan penjajah Hindia Belanda. Sehingga untuk mengingat perjuangannya didirikanlah monumen “Tugu Digulis”. Tugu berbentuk bambu runcing yang berjumlah 11 buah menandakan bahwa ada 11 pejuang dari Kalimantan Barat yang pernah diasingkan ke Boven Digoel.

Goesti Soeloeng Lelanang memiliki kekerabatan dengan Kerajaan Landak dari ayahnya, Pangeran Laksamana Gusti Mahmud. Sebagai keturunan bangsawan, ia dapat mengenyam pendidikan di Hollandsche Indische School (HIS) Jatinegara, Batavia. Sekolah yang menggunakan bahasa Belanda sebagai pengantar itu setara dengan Sekolah Dasar yang dapat ditempuh 6-7 tahun.

Perjuangan Gusti Sulung Lelanang berakhir ketika Jepang masuk ke Kalimantan Barat. Semua sekolah yang pernah ia rintis ditutup kecuali beberapa sekolah yang menurut Jepang boleh tetap beroperasi. Akhir hayat Gusti Sulung Lelanang terungkap pada pemberitaan Koran Borneo Shinbun 28 Juni 1944, ia bersama ribuan kaum cendikiawan di Kalimantan Barat ini dibunuh oleh Jepang.

Pada acara Pre-Launching tersebut, Tomi, S.Pd.,M.E., sebagai penulis buku Goesti Soeloeng Lelanang menyampaikan dalam paparan materinya, bahwa buku Goesti Soeloeng Lelanang ini banyak memberikan informasi tentang kondisi dan situasi Kalimantan Barat pada masa kolonial Belanda, khususnya sejarah lahirnya pers di Kalimantan Barat.

“Buku ini mengulas tentang permulaan lahirnya pers di Kalimantan Barat. Selain itu juga terdapat beberapa tulisan Goesti Soeloeng Lelanang tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat, yang bisa menjadi rujukan untuk penulisan sejarah”, demikian Tomi menjelaskan.

Baca juga : Tom’S Book Publishing Pre-Launching Buku Haji Rais Abdoerracman

Acara Pre-Launching yang bertepatan dengan hari pertama puasa Ramadhan tahun 2025 itu, dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama dan Sholat Maghrib berjamaah. Setelah itu dilanjutkan diskusi tentang rencana peluncuran buku Goesti Soeloeng Lelanang bulan depan. Kemudian ditutup dengan sholat Isya dan Tarawih berjamaah.

Diakhir acara, Tomi yang ditemui media ini menyampaikan harapannya agar dengan terbitnya buku Goesti Soeloeng Lelanang ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pegiat sejarah tentang Kalimantan Barat. Karena cukup banyak tulisan-tulisan yang di publikasikan pada masa itu yang menjelaskan tentang sejarah di Kalimantan Barat.

“Saya berharap, buku Goesti Soeloeng Lelanang ini bisa menjadi salah satu referensi bagi pegiat dan penulis sejarah dalam menulis sejarah tentang Kalimantan Barat. Khususnya tentang sejarah hubungan kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat. Begitu juga buku Haji Rais Abdoerracman yang telah siap untuk di Launching, yang sebelumnya telah direncanakan untuk di Launching bulan Januari 2025 lalu, tetapi terkendala karena pihak penerbitnya mendahulukan persiapan Launching media Exclusive News. Semoga saja bulan April nanti kedua buku tersebut bisa di Launching secara bersamaan”, ujar Tomi. (Red)

You may also like...

2 Responses

  1. March 28, 2025

    […] Dasawarsa Courant Pre-Launching Buku Goesti Soeloeng Lelanang […]

  2. April 10, 2025

    […] Dasawarsa Courant Pre-Launching Buku Goesti Soeloeng Lelanang […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *