Penulis Sejarah Sanggau diisukan Meninggal Dunia

Tomi, S.Pd.,M.E., Penulis sejarah Sanggau, yang diisukan meninggal dunia

Tomi, S.Pd.,M.E., Penulis sejarah Sanggau, yang diisukan meninggal dunia

Sanggau, Dasawarsa Courant- Tomi, S.Pd.,M.E., Penulis sejarah Sanggau, diisukan meninggal dunia. Isu tersebut santer sejak November 2024 lalu. Dan sempat mereda setelah Tomi mengklarifikasi ketidak benaran berita itu melalui media sosialnya. Namun pertengahan puasa 2025, isu tersebut muncul lagi.

Isu meninggal dunianya Penulis sejarah Sanggau itu, yang juga sebagai Pimpinan Umum media Exclusive News, dipertanyakan oleh awak media salah satu media nasional yang mewawancarainya pada hari Rabu malam, 9 April 2025.

Awak media nasional ini sempat kebingungan untuk bertemu dengan Tomi, karena informasi yang mereka terima adalah Penulis sejarah Sanggau itu telah meninggal dunia. Sedangkan mereka juga tidak memiliki nomor kontaknya.

Syukurnya melalui website http://tomsbook.co.id, awak media ini berhasil melakukan kontak langsung kepada Penulis sejarah Sanggau itu, yang juga sebagai Pimpinan Umum Majalah Dekade.

“Kami sempat kebingungan ketika mendapat informasi jika Bang Tomy sudah meninggal dunia. Tapi informasi tersebut juga masih simpang siur. Makanya ketika kami ketemu websitenya Bang Tomy, langsung kami hubungi. Dan syukurnya, website tersebut langsung terhubung ke nomor kontak Bang Tomy,” kata awak media itu.

Kepada awak media nasional itu, Tomi menceritakan jika isu meninggal dunia dirinya itu bukan baru kali ini saja. Sudah beberapa kali terjadi.

“Isu saya sudah meninggal dunia telah beberapa kali terjadi. Yang barusan santer itu di bulan November 2024, tapi mereda setelah saya mengklarifikasi ketidak benaran berita tersebut di media sosial saya. Kemudian muncul lagi pada pertengahan puasa lalu,” ujar Tomi menjelaskan kepada awak media nasional itu.

Menurut Tomi, isu meninggal dunia dirinya itu yang paling santer terjadi pada tahun 2019. Kemudian awal puasa tahun 2024 muncul lagi. Dan pada kedua tahun itu dirinya memang sedang sakit yang cukup mengkhawatirkan. Dimana dirinya tidak bisa berbicara dan bergerak.

“Pada tahun 2019 dan awal puasa 2024, saya sedang sakit. Saya tidak bisa berbicara dan tubuh saya mengejang tidak bisa digerakkan,” kata Tomi.

Mendapat Ancaman

Kepada awak media nasional itu, Tomi menceritakan lika likunya selama menulis sejarah Sanggau. Ia pernah mendapat ancaman dari beberapa orang tak dikenal (OTK) melalui telpon, WA dan SMS.

“Tahun 2017, 2018 dan 2019, saya beberapa kali mendapat ancaman melalui telpon, SMS dan WA dari beberapa orang tak dikenal. Orang-orang ini menyuruh saya untuk menghapus semua tulisan-tulisan saya di media sosial saya. Mereka juga melarang saya untuk melanjutkan menulis tentang sejarah. Jika saya tidak menurutinya, maka saya akan dibinasakan,” ujar Tomi.

Meski telah mendapat ancaman, Tomi tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai Penulis sejarah Sanggau. Ia tidak menggubris ancaman-ancaman tersebut.

“Saya akan tetap menulis, karena sudah menjadi hobby saya. Toh yang saya tulis juga bukan hanya tentang sejarah budaya saja. Ada tentang Novel, Agama dan Umum. Yang semuanya sudah dibukukan, dan telah ber-ISBN serta telah diterbitkan. Semoga buku-buku saya itu bermanfaat dan dapat ikut serta berkontribusi terhadap tujuan Negara Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa,” kata Tomi.

Sepanjang tahun 2025 ini, Tomi berencana akan menyelesaikan tulisannya sebanyak lima judul. Dan di bulan April ini, ia sedang mempersiapkan penerbitan dua judul bukunya yaitu Haji Rais Abdoerracman dan Goesti Soeloeng Lelanang.

Kedua judul buku tersebut sudah dilaksanakan Pre-Launching. Untuk Launchingnya direncanakan di Pontianak. Dan waktu pelaksanaannya belum ditentukan.

“Buku Haji Rais Abdoerracman dan Goesti Soeloeng Lelanang sedang dalam proses untuk penerbitan. Sedangkan untuk Launchingnya, masih kita koordinasikan. Yang pastinya akan dilaksanakan di hari Sabtu, Minggu atau hari libur Nasional. Karena status saya sebagai ASN sehingga pada hari-hari libur saja saya bisa menghadiri acara Launching tersebut,” kata Tomi. (Red)

Baca juga :

Kapok Gabung Grup Sejarah dan Budaya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *